Kinomaster

Millennials Take Over

aplikasi pajak resmi

Untuk meningkatkan layanan perpajakan, pemerintah melalui DJP (Direktorat Jenderal Pajak) secara resmi telah merilis beberapa aplikasi pajak di tahun 2021 ini. Langkah ini diambil seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, pemerintah terus berupaya untuk menjaga penerimaan pajak negara tetap optimal. Di sisi lain, dari segi pelayanan terhadap WP (Wajib Pajak) pun semakin dimudahkan.

Nah, yang menjadi pertanyaannya kemudian adalah apa saja aplikasi pajak resmi dari DJP? Selain itu, kira-kira apa saja keuntungan yang ditawarkan jika para WP menggunakan aplikasi ini?

Keuntungan Menggunakan Aplikasi Pajak

Tentunya bukan tanpa alasan kenapa DJP memilih untuk meluncurkan layanan seperti ini. Sudah pasti ada cukup banyak keuntungan yang ditawarkan oleh layanan tersebut. Nah, berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh para WP jika menggunakan aplikasi-aplikasi yang diluncurkan oleh DJP.

  1. Waktu dan Tenaga lebih Efisien

Dengan adanya aplikasi semacam ini, para WP tidak perlu lagi datang ke KKP untuk melaporkan pajak. Sebab pelaporan pajak bisa dilakukan oleh WP kapan pun dan dimana pun secara real time.

  1. Meminimalisir Human Error

Setiap data yang dimasukkan akan divalidasi terlebih dahulu oleh sistem. Itulah kenapa menggunakan aplikasi pajak mampu meminimalisir adanya human error. Beda halnya jika dilakukan secara manual.

  1. Praktis dan Sederhana

Praktis dan sederhana dalam hal pengoperasiannya. Sebab para WP hanya perlu masuk ke website resmi penyedia layanan aplikasi tersebut. Kemudian sistem aplikasinya rata-rata praktis dan ramah pengguna.

  1. Keamanan Data lebih Terjamin

Kenapa data-data lebih terjamin keamanannya? Hal ini dikarenakan data perpajakan disampaikan tanpa melalui perantara. Artinya semua data dari para WP langsung ke sistem penyedia layanan perpajakan.

Dengan demikian, potensi terjadinya kebocoran data hampir dipastikan tidak akan terjadi. Maka dari itu, kerahasiaan data para Wajib Pajak pun akan tetap aman jika menggunakan layanan aplikasi semacam ini.

Daftar Aplikasi Pajak Resmi dari DJP

Setelah tahu apa saja keuntungan memanfaatkan aplikasi perpajakan, lalu apa saja nama layanan aplikasi yang bisa digunakan. Utamanya layanan aplikasi resmi dari DJP. Nah, di bawah ini adalah beberapa contoh aplikasi pajak resmi dari DJP di tahun 2021 ini.

  1. e-Registration (e-reg)

e-Registration menjadi sistem aplikasi resmi DJP yang bisa digunakan oleh para WP di Indonesia. Sebuah sistem aplikasi yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Perpajakan dari DJP.

e-Registration ini berbasis perangkat keras dan juga perangkat lunak. Aplikasi ini langsung terhubung ke perangkat komunikasi data yang digunakan DJP dalam mengelola proses pendaftaran wajib pajak.

Secara garis besar, sistem ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah sistem yang digunakan oleh para WP yang difungsikan sebagai sarana pendaftaran para WP secara online.

Sementara itu bagian kedua adalah sistem yang digunakan oleh para petugas pajak. Fungsinya adalah untuk memproses pendaftaran yang dilakukan oleh para WP yang menggunakan aplikasi e-reg ini.

  1. e-Filing

Dengan menggunakan aplikasi e-Filing ini, para WP bisa melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan) secara online dan juga real time lewat website resmi DPJ dan juga para penyedia jasa aplikasi atau ASP (Application Service Provider). Misalnya saja seperti klikpajak.

Apalagi integrasi klikpajak dengan DJP bisa dikatakan sudah resmi. Yang memang sengaja dihadirkan sebagai solusi bayar dan lapor pajak secara online dan resmi dari DJP. Sebagai upaya dari DJP untuk memberikan para WP dalam memberikan solusi perpajakan yang mudah, aman, dan terintegrasi.

Meskipun demikian, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh para WP jika ingin menggunakan aplikasi ini. Sebab untuk bisa melaporkan SPT menggunakan e-Filing, para WP harus memiliki nomor EFIN terlebih dahulu.

  1. e-SPT (elektronik Surat Pemberitahuan)

e-SPT ini merupakan formulir laporan pajak berbentuk elektronik. Aplikasi pajak yang satu ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2008. e-SPT ini bisa menerbitkan e-SPT Masa dan Tahunan.

Para WP bisa memanfaatkan aplikasi ini ketika ingin melaporkan perhitungan maupun pembayaran pajak, objek pajak dan bukan objek pajak, hingga harta dan kewajiban.

Seperti halnya layanan pajak online lainnya, aplikasi ini pun bisa dengan mudah Anda dapatkan di ASP OnlinePajak. Sementara itu, formulir SPT Elektronik bisa dengan mudah Anda dapatkan di fitur setor & lapor.

Nantinya Anda cukup mengisi SPT secara online pada aplikasi OnlinePajak. Setelah itu tinggal melaporkannya langsung dengan menggunakan layanan e-Filing ini. Sementara itu untuk WP yang sudah memiliki SPT dari DJP, bisa langsung mengunggah file CSV SPT untuk langsung dilaporkan ke DJP lewat fitur e-Filing ini.

  1. e-Billing

Sesuai dengan namanya, e-Billing ini berupa layanan pembayaran pajak secara online lewat pengisian SSE (Surat Setoran Elektronik) Pajak. Dengan menggunakan aplikasi pajak ini, memungkinkan para WP melakukan pembayaran 24 jam, menggunakan mobile banking maupun ATM.

  1. e-Faktur

e-Faktur merupakan aplikasi untuk membuat Faktur Pajak Elektronik. Dengan kata lain, aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk mencetak bukti pungutan PPN secara elektronik.

Penting untuk dicatat jika e-faktur ini bukanlah faktur pajak fisik. Maka dari itu, pengisiannya pun dilakukan secara elektronik lewat aplikasi maupun website. e-Faktur ini disediakan oleh DJP dan para Penyedia Jasa Aplikasi Pajak atau PJAP resmi atau sudah terintegrasi. Misalnya seperti integrasi klikpajak dengan DJP.

Fungsi lain dari aplikasi e-faktur adalah bisa digunakan oleh para WP Badan untuk mengajukan permohonan nomor seri faktur pajak dan juga sertifikat digital. Faktur pajak sendiri umumnya dibuat oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak) sebagai bukti atas pungutan pajak atas transaksi BKP (Barang Kena Pajak) atau JKP (Jasa Kena Pajak).

Contoh Aplikasi Pajak dari PJAP

Selain aplikasi-aplikasi resmi dari DJP, terdapat cukup banyak PJAP (Penyedia Jasa Aplikasi Pajak) yang bisa juga dimanfaatkan oleh para WP (Wajib Pajak). Namun satu hal yang harus Anda ingat dan lakukan adalah pilihlah PJAP yang menjadi mitra resmi dari DJP. Misalnya saja seperti klikpajak.

Klikpajak sendiri dikenal sebagai salah satu PJAP atau ASP (Application Service Provider) mitra resmi dari DJP. Integrasi klikpajak dengan DJP ini disahkan melalui Surat Keputusan DJP No. KEP-169/PJ/2018.

Jika memang seperti itu, lalu apa yang ditawarkan oleh PJAP yang satu ini? Intinya segala sesuatu yang bisa para WP lakukan di berbagai aplikasi perpajakan yang diluncurkan oleh DJP, pun bisa Anda lakukan melalui aplikasi klikpajak ini.

Semakin berkembangnya teknologi, tentunya harus dimanfaatkan oleh pihak manapun. Terlebih lagi dalam hal pelayanan masyarakat semacam ini. Maka dari itu sudah sangat tepat jika DJP kini meluncurkan berbagai layanan aplikasi perpajakan. Nah, sebagai WP, jangan sampai Anda tidak memanfaatkan aplikasi pajak baik dari DJP maupun PJAP resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page